Jakarta, bisnissumsel.com –
Pemerintah meminta hasil riset dan inovasi perguruan tinggi harus sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD harmonisasi antara riset kampus dan kebutuhan strategis nasional menjadi kunci dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
“Perguruan tinggi diharapkan dapat menyelaraskan berbagai hasil riset dengan beberapa target nasional, sehingga penelitian itu tidak terpisah dari kebutuhan yang ada,” ujar Brian setelah memberikan kultum subuh di Masjid Manarul Ilmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Sabtu (9/5/2026) seperti dikutip dari keterangan tertulis ITS.
Dalam hal ini, Brian menyebut ITS sebagai salah satu kampus yang memiliki banyak inovasi relevan dengan kebutuhan Indonesia saat ini. Ia mencontohkan sejumlah inovasi ITS seperti motor listrik, traktor listrik, hingga alat panjat kelapa yang dinilai berpotensi mendukung agenda kemandirian pangan dan energi nasional.
Selain itu, guru besar Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (iTB) itu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan industri untuk mempercepat hilirisasi hasil riset.
Menurutnya, negara maju dengan ekosistem industri besar umumnya ditopang oleh riset perguruan tinggi yang kuat dan terintegrasi dengan kebutuhan industri maupun pemerintah.
“Kami akan terus mendorong riset-riset dari ITS, terutama yang selaras dengan program kemandirian pangan dan energi, dimana kedua hal tersebut membutuhkan basis teknologi yang kuat,” ujar pakar bidang nanoteknologi itu.
Sebelumnya, Kamis (7/5/2026) lalu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Dr Mohammad Fauzan Adziman ST MEng menggelar pertemuan bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII.
Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur, diantaranya adalah ITS, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Kampus-kampus menyoroti pentingnya sinkronisasi riset perguruan tinggi dengan peta jalan riset dan inovasi strategis nasional.
Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc PhD menegaskan bahwa ITS siap mendukung agenda riset strategis nasional melalui penguatan hilirisasi riset yang berdampak bagi masyarakat dan industri.
Menurutnya, langkah tersebut selaras dengan visi ITS sebagai Entrepreneurial University yang mendorong percepatan komersialisasi produk inovasi riset. “ITS siap mendukung agenda riset strategis nasional dan akan terus mendorong hilirisasi riset berdampak,” tuturnya.
(pal/nah/detik)















