Harga Minyak Naik Hampir 3% Usai AS Serang Iran

Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)

Jakarta, bisnissumsel.com-

Harga minyak Amerika Serikat (AS) melonjak hampir 3% setelah AS menyerang Iran dan memberlakukan kembali sanksi perdagangan. Hal itu terjadi usai kedua negara kembali memanas sampai muncul serangkaian serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka AS naik 2,7% menjadi US$ 72,40 per barel. Di sisi lain, harga obligasi Treasury 10 tahun turun tujuh poin karena para pedagang memperhitungkan risiko kenaikan inflasi dan suku bunga.

“Jelas pasar tidak menyukai serangan ini, tetapi ini bukan mode panik sepenuhnya,” kata Ahli Strategi Senior BNZ di Wellington, Jason Wong dikutip dari Reuters, Rabu (8/7/2026).

Wong mengatakan beberapa bulan terakhir ketahanan pasar minyak menunjukkan guncangan yang besar terhadap pasokan. Data minggu ini menunjukkan stok minyak mentah di Cadangan Minyak Strategis AS mencapai level terendah sejak 1983.

Serangan AS merupakan tantangan terbaru terhadap gencatan senjata bulan lalu dan menargetkan pertahanan udara hingga pengawasan pantai.

Washington juga mengambil langkah untuk mencabut konsesi yang mengizinkan Iran menjual minyak di pasar global. Hal itu menurut Kementerian Luar Negeri Iran melanggar perjanjian kerangka kerja untuk mengakhiri perang.

Di pasar mata uang, dolar AS yang telah turun dari level tertinggi baru-baru ini tetap stabil dan mendorong euro kembali ke sedikit di atas US$ 1,14 dan dolar Australia ke US$ 0,6925.

Di sisi lain, kontrak berjangka Nikkei mengindikasikan penurunan saham Jepang dan kontrak berjangka S&P 500 turun sekitar 0,1%. Indeks Wall Street juga turun setelah penurunan tajam saham Samsung Electronics.

(acd/detik)