Ilmuwan Temukan Organ Kecil di Dada yang Jadi Penentu Umur Panjang

Foto: Shutterstock

Jakarta, bisnissumsel.com –

Selama beberapa dekade, dunia kedokteran menganggap kelenjar timus (thymus), sebuah organ kecil sistem imun yang terletak di dada, hanya berfungsi optimal pada masa kanak-kanak dan kehilangan kepentingannya setelah manusia melewati masa pubertas.

Namun, penelitian terbaru dari Mass General Brigham mematahkan asumsi tersebut. Riset yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature ini mengungkap bahwa kelenjar timus ternyata memegang peran krusial terhadap kesehatan orang dewasa, risiko penyakit berat, hingga penentu umur panjang seseorang.

Apa Itu Kelenjar Timus?

Kelenjar timus terletak di dalam rongga dada, tepat di belakang tulang dada dan di antara paru-paru. Fungsi utamanya adalah memproduksi dan “melatih” sel T, yaitu jenis sel darah putih yang bertindak sebagai pasukan garda terdepan sistem imun untuk melawan infeksi dan mendeteksi sel kanker.

Karena ukuran kelenjar ini menyusut secara bertahap setelah pubertas dan memproduksi lebih sedikit sel T baru, banyak ilmuwan mengira perannya sangat terbatas pada usia dewasa.

“Kelenjar timus telah diabaikan selama berpuluh-puluh tahun. Organ ini mungkin menjadi potongan teka-teki yang hilang untuk menjelaskan mengapa proses penuaan setiap orang berbeda, dan mengapa pengobatan kanker gagal pada sebagian pasien,” ujar Hugo Aerts, PhD, direktur Program Kecerdasan Buatan dalam Kedokteran (AIM) di Mass General Brigham dikutip dari Science Daily, Senin (1/6/2026).

Dalam studi skala besar ini, tim peneliti menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk mengevaluasi hasil CT scan rutin dari 25.000 orang dewasa dalam uji coba skrining kanker paru-paru nasional, serta 2.500 peserta dari Framingham Heart Study.

Melalui AI, peneliti mengukur ukuran, struktur, dan komposisi kelenjar timus untuk menentukan skor “kesehatan timus” seseorang. Hasilnya sangat mengejutkan. Orang dewasa yang memiliki skor kesehatan timus yang tinggi terbukti:

  • 50% lebih rendah berisiko meninggal dunia akibat penyebab apa pun.
  • 63% lebih rendah berisiko meninggal akibat penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).
  • 36% lebih rendah berisiko terkena kanker paru-paru.

Para peneliti meyakini bahwa penurunan kesehatan kelenjar timus menurunkan keberagaman sel T. Akibatnya, sistem imun tubuh menjadi lebih sulit mengenali dan melawan ancaman baru, seperti pertumbuhan sel kanker atau infeksi kronis.

Penentu Keberhasilan Pengobatan Kanker (Imunoterapi)

Dalam studi terpisah terhadap 1.200 pasien kanker, tim peneliti menemukan fakta bahwa kondisi kelenjar timus memengaruhi efektivitas pengobatan imunoterapi modern.

Pasien kanker dengan kondisi kelenjar timus yang lebih sehat merespons pengobatan jauh lebih baik. Mereka memiliki 37% risiko lebih rendah terhadap pemburukan kanker (progression) dan 44% risiko kematian yang lebih rendah.

Meskipun metode pemindaian AI untuk mengukur kesehatan timus ini belum diimplementasikan secara luas dalam praktik klinis sehari-hari, temuan ini membuka jalan baru dalam dunia medis untuk memantau daya tahan tubuh dan memprediksi risiko penyakit berbahaya sejak dini.

(kna/kna/detik)