Menag Ajak Imam Sedunia Jadi Duta Perdamaian untuk Timur Tengah

Menag Nasaruddin Umar dalam pembukaan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Hotel Bidakara Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Foto: Tangkapan Layar YouTube Kemenag RI

Jakarta, bisnissumsel.com –

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peran imam dalam perdamaian dunia. Melihat konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah, Nasaruddin mengajak para imam melakukan pendekatan dengan bahasa nurani untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“Kehadiran imam untuk menjadi ambassador perdamaian, kehadiran imam sebagai moderator antara kemauan Tuhan dengan kehendak manusia,” kata Nasaruddin Umar di hadapan 49 imam besar, mufti, dan tokoh agama sedunia saat membuka International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026), disiarkan di YouTube Kemenag RI.

“Peranan imam sangat penting, sebab imam inilah yang paling intensif berkomunikasi dengan umat. Kurang lebih lima kali sehari semalam para imam akan berjumpa dengan umat, bahkan melampaui seringnya pemerintah atau pimpinan-pimpinan ormas yang lain berjumpa dengan umat,” sambung Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

Di hadapan para imam besar dunia, Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya diplomasi agama dalam menyelesaikan konflik regional-internasional. Menurutnya, konflik Timur Tengah yang masih terus berlanjut bisa diselesaikan dengan pendekatan nurani.

“Begitu pentingnya imam. Banyak persoalan yang tidak bisa kita selesaikan dengan bahasa formal. Diplomasi formal ternyata tidak berhasil menghentikan peperangan. Bahkan PBB sendiri pun juga tidak mampu berbuat banyak mengatasi konflik berkepanjangan di sekitar Timur Tengah dan di tempat-tempat yang lain. Imam berusaha untuk menawarkan suatu solusi lain,” ujarnya.

“Mari kita melakukan pendekatan lain, bagaimana kita mendekati antar para pihak dengan bahasa nurani. Menggunakan bahasa kemanusiaan. We believe humanity is only one, there is no colors. Kemanusiaan itu hanya satu, rasa kemanusiaan itu tidak mengenal agama apa pun, etnik mana pun juga. Semua punya rasa kemanusiaan,” tegasnya.

Nasaruddin Umar berharap bahasa agama tersebut bisa meredam konflik dan ketegangan, dan kehadiran imam menjadi sangat strategis.

Diplomasi keagamaan dan perdamaian global akan menjadi topik utama dalam IGIC 2026 yang menghadirkan para imam besar, mufti besar, dan tokoh agama dari berbagai belahan dunia. Ketua Panitia IGIC 2026, M Sabilul Alif, melaporkan ada 49 delegasi dari 39 negara serta 350 imam dan tokoh Nusantara yang hadir dalam forum ini.

“Alhamdulillah sampai dengan pelaksanaan hari ini telah terkonfirmasi 49 delegasi internasional dari 39 negara yang terdiri atas para grand imam, grand mufti, serta tokoh agama dari berbagai kawasan dunia. Selain itu, sekitar 350 peserta dari dalam negeri juga turut hadir. Beliau-beliau ini adalah para delegasi imam Nusantara yang hadir bersama kita dari belahan Indonesia dari barat sampai timur,” sebutnya.

IGIC 2026 akan berlangsung pada 25-28 September 2026.

(kri/dvs/detik)