Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Matangkan Readiness Culture Jelang Pit Stop Part II 2026

Plaju, bisnissumsel.com–

Kesiapan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan pit stop. Tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga melalui keselarasan seluruh insan yang terlibat dalam menjalankan setiap tahapan pekerjaan secara aman, tepat waktu, dan berkualitas. Budaya kesiapan (readiness culture) inilah yang terus diperkuat Kilang Plaju sebagai fondasi menuju keunggulan operasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Readiness Culture Day dalam kegiatan Pulse Check for Pit Stop Part II 2026 yang mengusung tema “Building Readiness, Strengthening Culture, Delivering Pit Stop Excellence.” Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan pemahaman sekaligus memastikan kesiapan seluruh fungsi sebelum pelaksanaan Pit Stop Part II 2026.

Dalam Pulse Check, kesiapan ditinjau secara menyeluruh melalui berbagai aspek penting, meliputi execution readiness, quality readiness, HSSE readiness, shutdown and start up readiness, hingga process readiness. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi peluang perbaikan sejak dini sehingga setiap fungsi memiliki pemahaman dan standar kesiapan yang sama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan pit stop.

Manager Turn Around (TA) Kilang Plaju, Suparlin, mengatakan bahwa Pulse Check merupakan sarana refleksi bersama untuk memastikan seluruh persiapan telah berjalan sesuai rencana sekaligus menjadi ruang untuk melakukan penyempurnaan sebelum memasuki tahap eksekusi.

“Melalui Pulse Check ini kami merefleksikan seluruh aspek kesiapan menjelang Pit Stop Part II 2026. Setiap masukan dan hasil evaluasi menjadi dasar untuk melakukan perbaikan sehingga pelaksanaan pekerjaan nantinya dapat berjalan dengan aman, sesuai jadwal, serta menghasilkan kualitas pekerjaan yang optimal. Komitmen kami adalah mewujudkan safe execution, on schedule, dan right quality,” ujar Suparlin.

Sementara itu, Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) Kilang Plaju, Asrinur, menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan dan harus menjadi komitmen bersama seluruh pekerja.

“Keberhasilan Pit Stop bukan hanya diukur dari tercapainya target pekerjaan, tetapi juga dari bagaimana seluruh proses dapat dilaksanakan dengan selamat. Karena itu, setiap insan yang terlibat harus menempatkan aspek HSSE sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan maupun pelaksanaan pekerjaan. Dengan kesiapan yang baik dan komitmen terhadap keselamatan, kita dapat mewujudkan Pit Stop yang unggul dan andal,” ungkap Asrinur.

Lebih dari sekedar memastikan kesiapan teknis, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh pekerja dalam menyukseskan Pit Stop Part II 2026. Semangat kebersamaan, kepedulian terhadap keselamatan, serta kolaborasi yang telah dibangun diharapkan menjadi bekal agar setiap tahapan pekerjaan dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan memberikan hasil terbaik bagi keandalan operasional Kilang Plaju untuk mendukung ketahanan energi nasional.(Ferdi/bs)