PPIH Jamin Barang dan Koper Jemaah Haji yang Wafat 100% Kembali ke Tanah Air

Foto: Media Center Haji 2026

Jeddah, bisnissumsel.com –

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara memberikan garansi penuh terkait keamanan barang bawaan jemaah haji yang meninggal dunia. Seluruh barang, mulai dari koper bagasi hingga tas kecil berisi barang berharga, dipastikan akan tetap dikirim kembali ke tanah air hingga sampai ke tangan ahli waris.

Kepala PPIH Daker Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa mekanisme pengembalian barang milik jemaah yang wafat sudah diatur secara sistematis. Barang-barang tersebut akan diangkut bersama kloter asal jemaah atau dititipkan melalui kloter berikutnya.

“Bisa dengan kloternya, bisa dengan kloter selanjutnya. Yang jelas, bagi jemaah yang meninggal dunia, semua barangnya akan terkirim ke daerahnya masing-masing,” ujar Abdul Basir saat ditemui di Bandara Jeddah, Jumat (12/6).

Mekanisme pengumpulan barang ini akan dikoordinasikan oleh ketua kloter melalui pihak sektor setempat sebelum dibawa ke bandara. Sesampainya di bandara, barang-barang tersebut akan diproses masuk seperti koper biasa untuk diterbangkan ke Indonesia.

Kasus penanganan barang menjadi lebih ketat jika jemaah yang bersangkutan sempat dilarikan ke rumah sakit saat sudah berada di bandara, lalu dinyatakan meninggal dunia. Abdul Basir mencontohkan salah satu kejadian nyata di mana petugas menemukan tas milik jemaah wafat yang berisi uang tunai dalam jumlah besar.

“Tasnya karena ada barang-barang berharga, kami kan cek semuanya isinya ada uang juta rupiah, juga ada riyal masih ada berapa ratus riyal gitu. Itu ya segera kita amankan dan nanti segera kita serahkan ke kloter berikutnya,” ungkap Basir.

Untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi, petugas bandara wajib membongkar tas kecil tersebut untuk diverifikasi isinya dan dibuatkan berita acara resmi.

“Nanti biasanya disebutkan di berita acara, disebutkan tas milik siapa isinya apa,” imbuhnya.

Setelah diterbangkan ke Indonesia, barang-barang milik jemaah wafat tidak langsung dilepas begitu saja. PPIH Daker Bandara akan berkoordinasi dan memberikan informasi kepada PPIH debarkasi di tanah air terkait adanya titipan barang jemaah tersebut.

“Nanti di debarkasi bisa diurus. Kita informasikan ke ketua PPIH debarkasi bahwa ada barang-barang milik jemaah yang wafat dan kita titipkan,” kata Basir.

Kendati demikian, Basir menegaskan bahwa jaminan pengembalian ini berlaku untuk seluruh barang yang berada dalam jangkauan dan penguasaan petugas di lapangan.

“Semua barang kalau memang barangnya dalam penguasaan petugas ya akan diberikan. Tapi kalau barangnya yang kita tidak tahu ada di mana ya nggak bisa kita,” pungkasnya.

(lus/lus/detik)