Studi Sebut Minuman Ini Bisa Picu Risiko Kanker Lambung

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/peterschreiber.media

Jakarta, bisnissumsel.com –

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari obesitas hingga diabetes tipe 2. Tetapi, temuan terbaru menunjukkan bahaya lain yang tak kalah mengintai.

Untuk pertama kalinya, sebuah studi mengungkapkan bahwa kebiasaan minum minuman bersoda atau tinggi gula setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker lambung secara signifikan.

Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Gastro Hep Advances. Para peneliti menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi setidaknya satu porsi minuman manis per hari, memiliki kemungkinan 2,45 kali lebih tinggi mengidap kanker lambung dibandingkan mereka yang tidak pernah meminumnya.

“Ini adalah studi pertama yang menunjukkan hubungan antara asupan minuman manis dan kanker lambung pada populasi AS,” jelas penulis senior studi sekaligus ahli gastroenterologi dari Massachusetts General Hospital, Dr Andrew T Chan.

“Kanker lambung adalah penyebab kematian akibat kanker kelima terbesar di dunia, tetapi kita masih sangat sedikit mengetahui bagaimana faktor pola makan dapat berkontribusi pada kanker ini,” lanjutnya.

Risiko Lebih Tinggi pada Wanita

Dalam studi ini, tim peneliti mengalisis data lebih dari 112.000 peserta yang terlibat dalam dua penelitian besar berskala panjang, yakni Nurses’ Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study. Para peserta secara rutin mengisi kuesioner setiap dua tahun sekali terkait gaya hidup dan pola makan, termasuk konsumsi soda, es buah, limun, hingga sports drink.

Antara tahun 1986 hingga 2022, peneliti mencatat ada 278 kasus kanker lambung di antara para peserta. Setelah memperhitungkan berbagai faktor risiko pengganggu (confounding factors), ditemukan bahwa peningkatan risiko kanker lambung terjadi baik pada pria maupun wanita:

Wanita: Yang mengonsumsi setidaknya satu minuman manis sehari berisiko 3 kali lipat lebih tinggi terkena kanker lambung.

Pria: Mengalami peningkatan risiko sekitar 2 kali lipat.

Menariknya, peneliti tidak menemukan adanya kaitan antara minuman berbahan pemanis buatan (artificially sweetened beverages) dengan peningkatan risiko kanker lambung.

Masih Butuh Penelitian Lebih Lanjut

Dr Chan menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga baru menunjukkan korelasi atau hubungan antara data, bukan bukti sebab-akibat langsung. Ada faktor-faktor lain yang masih perlu dipelajari. Mulai dari keterbatasan data riwayat infeksi bakteri Helicobacter pylori atau bakteri pemicu utama gangguan lambung, serta riwayat medis keluarga peserta.

Meski begitu, para peneliti menduga ada beberapa mekanisme biologis dalam tubuh yang dipicu oleh minuman manis hingga berpotensi memicu sel kanker.

“Beberapa mekanisme mendasar yang diusulkan antara lain kenaikan berat badan, resistensi insulin, ketidakseimbangan hormon steroid, peradangan (inflamasi), kerusakan DNA, hingga ketidakseimbangan mikrobioma usus (dysbiosis),” terang tim peneliti.

“Namun, mekanisme pasti dari efek karsinogenik minuman manis ini masih perlu diselidiki lebih lanjut melalui studi masa depan,” pungkas mereka.

(sao/naf/detik)