Kanker Usus Makin Banyak Menyerang Usia Muda, Pola Makan Seperti Ini Turut Jadi Pemicu

7

Jakarta, bisnissumsel.com –

Kasus kanker usus besar atau kolorektal makin banyak ditemukan pada usia muda. Hal ini disebabkan pola hidup yang kurang sehat, terutama pola makan sehari-hari.

Spesialis gizi dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, mengungkapkan kurangnya asupan serat dan vitamin dari makanan bisa menjadi pemicunya. Sebab, sayur dan buah adalah makanan yang kaya akan vitamin dan serat yang cukup untuk tubuh.

“Sekarang yang namanya serat makanan kalo tidak terpenuhi, risiko penyakitnya macam-macam. Yang paling kita takutkan apa ya, kanker usus besar,” beber dr Juwalita ditemui di sela acara Health Corner ‘Gizi Lengkap, Anak Tinggi dan Cepat Tanggap’ di Gedung Trans TV, Jumat (13/2/2026).

“Sekarang, usianya sudah mulai makin maju lho, yang kena itu umur 20-30 juga kena,” sambungnya.

Salah satu vitamin yang ada di dalam sayur adalah vitamin C. Menurut dr Juwalita, ini yang akan membantu penyerapan zat besi dan antioksidan yang mencegah berbagai penyakit.

Meski begitu, dr Juwalita menekankan bahwa menanamkan kebiasaan makan buah dan sayur sebaiknya tidak dilakukan dengan pemaksaan. Hal ini dapat membuatnya trauma, sehingga tidak mau makan lagi.

“Karena ada 2 pasien saya usia dewasa sekarang, usia 23 sama 27. Dia juga nggak bisa makan buah. Kalo makan buah, dia bilang jijik. Nah, kalau usia dewasa sudah susah nih,” benernya.

Berdasarkan data awal cek kesehatan gratis, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menemukan lima provinsi dengan jumlah populasi berisiko tinggi terbanyak kanker usus, termasuk Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur dengan 7,6 juta orang.

Kepala Tim Kerja Kesehatan dan Deteksi Dini (KDI) Kemenkes RI Rindu Rachmiati SKM M Epid menjelaskan kanker kolorektal adalah keganasan yang berasal dari jaringan usus besar terdiri dari kolon, bagian terpanjang usus besar atau rektum bagian kecil terakhir dari usus besar sebelum anus.

Mengutip data International Agency for Research on Cancer (IARC), Rindu menekankan kanker kolorektal adalah salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia.

“Penyebab kematian kelima tertinggi di Indonesia. Angka kematian kolorektal laki-laki dan perempuan tidak terlalu jauh bedanya dibandingkan dengan misalkan perempuan payudara dan kanker serviks. Dengan insiden kasus prevalensinya 12,1 dan kematian 6,6,” jelasnya beberapa waktu lalu.

(sao/up)