Wanti-Wanti Trump Bumihanguskan Oman Dibalas Seruan Solidaritas Iran

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Alex WROBLEWSKI/AFP via Getty Images)

Denpasar, bisnissumsel.com –

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mewanti-wanti akan membumihanguskan Oman jika negara tersebut berkolaborasi dengan Iran untuk memperkuat kendali atas Selat Hormuz. Iran pun merespons pernyataan Trumpt itu dan menyatakan solidaritas terhadap Oman.

Dilansir dari detikNews, ancaman pengerahan militer ke Oman disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan reporter dalam rapat kabinet pada Rabu (27/5). Awalnya, seorang reporter menanyakan pendapat Trump tentang gagasan Oman dan Iran mengawasi perdagangan di Selat Hormuz.

“Apakah Anda akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman untuk mengendalikan selat tersebut?” tanya reporter itu.

Trump lantas menjawab dengan ancaman yang tampaknya asal-asalan. Trump memperingatkan bahwa tidak ada pihak yang akan mengendalikan Selat Hormuz. Ia pun mengancam Oman.

“Tidak ada yang akan mengendalikannya. Itu perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kita harus meledakkan mereka,” ujar Trump.

Ada spekulasi bahwa Trump mungkin salah ucap dan mengatakan “Oman” alih-alih “Iran”. Namun, Departemen Luar Negeri AS membagikan komentar tersebut di media sosial dengan transkrip kutipan yang merujuk pada negara Arab tersebut.

Diketahui, Oman yang dikenal netral belum menyatakan ingin bergabung dengan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz. AS dan Oman adalah sekutu dekat dengan hubungan yang telah terjalin lebih dari 200 tahun.

Kedua negara memiliki beberapa perjanjian kerja sama. Termasuk kemitraan keamanan, perjanjian perdagangan bebas, dan kesepakatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Trump Dikecam

Oman diketahui sempat bertindak sebagai mediator utama antara AS dan Iran ketika mereka berupaya menyelesaikan perang yang dimulai pada 28 Februari. Para kritikus pun mengecam ancaman Trump ke Oman tersebut sebagai tindakan sembrono.

Raed Jarrar, Direktur Advokasi di kelompok Hak Asasi Manusia DAWN yang berbasis di AS, menyamakan komentar Trump dengan komentar seorang bos mafia. “Piagam PBB melarang ancaman kekerasan terhadap negara mana pun, dan larangan itu mengikat Amerika Serikat persis seperti mengikat semua orang lain,” kata Jarrar kepada Al Jazeera.

“Mengancam untuk meledakkan negara Arab karena perairannya kebetulan berada di sepanjang jalur minyak yang ingin dibuka kembali oleh Washington adalah logika tanpa hukum yang sama yang menghasilkan perang ini pada bulan Februari, dan itu adalah sinyal paling jelas bahwa gencatan senjata apa pun yang ditengahi pemerintahan ini hanya akan bertahan sampai presiden kehilangan kesabarannya lagi dalam rapat kabinet,” imbuhnya.

Ancaman Trump muncul setelah televisi pemerintah Iran melaporkan kerangka kerja nota kesepahaman (MOU) antara kedua negara. Draf memorandum tersebut dilaporkan akan memberikan Iran dan Oman kendali bersama untuk mengelola selat tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga mengecam pernyataan Trump yang hendak menyerang Oman tersebut. Baghaei juga mengutuk serangan AS baru-baru ini terhadap wilayah Bandar Abbas di Iran.

Artikel ini telah tayang di detikNews.

(iws/iws/detik)