Ogan Komering Ilir, bisnissumsel.com –
Tim SAR Gabungan kembali berhasil menemukan korban kedua yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat tenggelam di Sungai Baung, area Labuh Bukit Batu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Korban kedua sekaligus korban terakhir yang ditemukan bernama Danang, laki-laki, 17 tahun.
Danang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 11.10 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi mengapung di perairan, sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian.
Setelah berhasil ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna proses lebih lanjut.
Dengan telah ditemukannya kedua korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya kembali ke kesatuan masing-masing.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, S.E., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan dengan penuh dedikasi hingga kedua korban berhasil ditemukan.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan, kedua korban telah berhasil ditemukan. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari Basarnas, TNI AL, Polair, maupun masyarakat, yang telah bersama-sama melakukan upaya pencarian hingga operasi ini dapat diselesaikan,” ujar Raymond Konstantin.
Raymond juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” tambahnya.
Kantor SAR Palembang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam melakukan aktivitas di sungai maupun perairan lainnya. Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kondisi cuaca, arus, maupun faktor keselamatan lainnya yang dapat membahayakan diri.
Apabila masyarakat mengalami atau menemukan kondisi yang membahayakan jiwa dan membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan, segera hubungi Emergency Call Basarnas 115. (HMS)















