Lagi-lagi Trump Jadi Biang Kerok Harga Minyak Dunia Melonjak

Foto: Presiden AS, Donald Trump. (AFP/ANGELA WEISS)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, lagi-lagi menjadi biang kerok kenaikan harga minyak dunia. Musababnya, Trump menolak tawaran kesepakatan damai dari Iran untuk menyelesaikan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Dilansir dari detikFinance, harga minyak mentah Brent naik US$ 1,82 atau 1,74% menjadi US$ 106,14 per barel pada pukul 22.02 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate berada di posisi US$ 93,55 per barel, naik US$ 1,14 atau 1,23%.

Sebelumnya, Iran sempat melayangkan usulan untuk membuka kembali jalur pengiriman komersial di Selat Hormuz dalam waktu seminggu. Namun, Trump menolak usulan tersebut. Menurut Trump, Iran sengaja ingin buru-buru berdamai karena berada di posisi yang terdesak.

“Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka selat tersebut karena berada di ambang kekalahan besar,” ujar Trump.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menanggapi pernyataan Trump melalui unggahan di Telegram. Ia menyatakan Iran akan menunggu tanggapan resmi dari pihak mediator.

Araghchi sebelumnya sempat membocorkan di PBB, New York bahwa kesepakatan sebenarnya bisa tercapai asalkan syarat-syarat dalam nota kesepahaman (MoU) Juni lalu dipenuhi.

Menurut Araghchi, Trump kerap melontarkan pernyataan bagus, tetapi sering kali kontradiktif. Ia pun menyatakan bakal menunggu pandangan final dari tim mediator sebelum mengambil langkah lanjutan.

Di tengah memanasnya situasi ini, laporan Wall Street Journal menyebutkan Trump sejak awal sudah meragukan niat Iran memenuhi tuntutannya. Trump dikabarkan telah memberi sinyal kepada stafnya opsi pengeboman lanjutan sangat mungkin kembali dilakukan.

Artikel ini telah tayang di detikFinance.

(hsa/hsa/detik)