Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Lengkap dengan Bacaan Doanya

ilustrasi kambing Foto: iStock

Jakarta, bisnissumsel.com –

Aqiqah merupakan ibadah berupa penyembelihan hewan karena kelahiran seorang anak. Hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.

Pelaksanaan aqiqah biasanya dilakukan pada hari ketujuh setelah bayi lahir. Pada waktu tersebut, orang tua juga dianjurkan memberi nama dan mencukur rambut bayi.

Dasar dari pelaksanaan aqiqah merujuk hadits Nabi Muhammad SAW:

الغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ، وَيُسَمَّى، وَيُحْلَقُ رَأْسُ

Artinya: “Seorang bayi tergadaikan dengan aqiqahnya; aqiqah disembelih pada hari ketujuh, diberi nama, dan rambutnya dicukur.” (HR Tirmidzi)

Jika belum memungkinkan dilaksanakan pada hari ke-7, aqiqah dapat dilakukan pada hari ke-14, ke-21, atau kelipatan tujuh berikutnya. Dalam penjelasan fikih, kesunnahan aqiqah masih dapat dilaksanakan sebelum anak mencapai usia baligh.

Jumlah Hewan Aqiqah untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Mengutip buku Modul Fikih Ibadah yang ditulis Rosidin, dijelaskan bahwa sebenarnya binatang aqiqah sama dengan binatang kurban, yaitu unta, sapi dan kambing. Akan tetapi, pendapat yang populer adalah aqiqah hanya boleh menggunakan kambing.

Menurut Mazhab Maliki, aqiqah untuk anak laki-laki maupun wanita adalah satu ekor kambing. Menurut Mazhab Syafi’i dan Hambali, aqiqah untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing, sedangkan aqiqah untuk anak wanita adalah satu ekor kambing.

Pendapat ini didasarkan pada hadits riwayat ‘Aisyah RA berikut:

“Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengaqiqahkan anak laki-laki dengan (menyembelih) dua ekor kambing dan mengaqiqahkan anak wanita dengan (menyembelih) seekor kambing”. (HR Ibnu Majah)

Akan tetapi, diperkenankan aqiqah dengan seekor unta atau sapi untuk tujuh anak.

Selain itu, disunahkan juga untuk memotong rambut bayi pada hari ketujuh, lalu bersedekah dengan emas dan perak sesuai dengan timbangan rambut yang dipotong. Hal ini berlaku bagi anak laki-laki maupun perempuan.

Ketentuan ini didasarkan pada hadits ‘Ali ibn Abi Thalib RA bahwa Rasulullah SAW mengaqiqahi Sayyidina Husain RA dengan seekor domba dan beliau bersabda, “Wahai Fatimah, potonglah rambutnya dan bersedekahlah dengan timbangan rambutnya.”

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah

Secara sederhana, rangkaian aqiqah dapat dilakukan melalui beberapa tahapan berikut sebagaimana dikutip dari buku Aqiqah (Tata Cara & Doanya) yang disusun oleh Abu Nur Ahmad al-Khafi Anwar bin Shabri Shaleh Anwar:

1. Menyiapkan Hewan Aqiqah

Orang tua menyiapkan kambing atau domba sesuai ketentuan. Jumlahnya dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan sebagai bentuk kesempurnaan sunnah.

2. Menyembelih Hewan

Penyembelihan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan penyembelihan secara syariat.

Saat menyembelih, dapat membaca basmalah dan takbir, kemudian dilanjutkan dengan doa aqiqah.

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ …

Latin: Bismillâhi walLâhu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu…(sebutkan nama bayi)

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya … (sebutkan nama bayi)”

3. Memasak dan Membagikan Daging

Setelah hewan disembelih, daging aqiqah dianjurkan untuk dimasak terlebih dahulu kemudian dibagikan kepada orang lain, khususnya fakir miskin.

Beberapa pendapat ulama menyebutkan, membagikan daging aqiqah dalam keadaan matang dinilai lebih utama dibandingkan membagikannya dalam keadaan mentah.

4. Mencukur Rambut Bayi

Pada hari ketujuh, bayi juga dianjurkan untuk dicukur rambutnya. Amalan ini disebutkan bersamaan dengan aqiqah dan pemberian nama dalam hadits Nabi SAW.

Ketika mencukur rambut bayi, dianjurkan membaca doa berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ, اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Latin: Bismillâhirrahmânirrahîm. Alhamdulillâhirabbil ‘âlamîn. Allâhumma nûrus samâwâti wa nûrusy syamsyi wal qamari, Allâhumma sirrullâhi nûrun nubuwwati Rasulullâhi Shallallâhu ‘alaihi wasallam walhamdulillâhi Rabbil ‘âlamin.

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasulullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

5. Mendoakan Bayi

Setelah rambut bayi dicukur, orang tua dapat memanjatkan doa agar anak senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

Salah satu doa yang dapat dibacakan adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Latin: Allâhumma innî u’îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy syaithânir rajîm.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”

(dvs/kri/detik)