Jakarta, bisnissumsel.com –
Momen lahirnya sang buah hati ke dunia merupakan salah satu anugerah terbesar bagi setiap pasangan suami istri. Sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menyelenggarakan aqiqah.
Selain menyembelih hewan aqiqah, momen ini menjadi waktu yang sangat mulia bagi orang tua untuk melantunkan doa-doa kebaikan demi masa depan anak.
Mengutip tulisan Ust. K. Akbar Saman dalam bukunya Doa & Dzikir untuk Ibu Hamil, aqiqah secara syariat diartikan sebagai prosesi penyembelihan hewan berupa kambing atau domba sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak, yang kemudian dirangkaikan dengan pemotongan rambut bayi pada hari yang ditentukan.
Dalil Anjuran Aqiqah dalam Islam
Hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Anjuran mengenai pelaksanaan amalan ini tercantum jelas dalam beberapa hadits shahih.
Diriwayatkan dari Samurah bin Jundub RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, yang disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i)
Anjuran ini juga dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada para cucunya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA dan Anas RA, Rasulullah SAW pernah menyembelih hewan aqiqah berupa kambing (kibasy) untuk Hasan dan Husain (HR. Abu Dawud & Jarir bin Hazim).
Doa Aqiqah untuk Memohon Perlindungan Anak
Sejatinya, Rasulullah SAW tidak pernah mencontohkan secara khusus doa aqiqah. Namun, orang tua boleh mendoakan anaknya dengan doa yang baik kapan pun.
Melansir panduan Drs. M. Ali Chasan dalam buku Doa-Doa Dalam Acara Resmi, Keagamaan dan Kemasyarakatan, berikut adalah bacaan doa yang bisa diamalkan orang tua saat prosesi aqiqah berlangsung:
1. Doa Memohon Perlindungan dari Setan
اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: Allâhumma innî u’îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy syaithânir rajîm.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”
2. Doa Keselamatan, Keberkahan Akhlak, dan Ilmu untuk Anak
اللهم احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللهم اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ
Latin: Allâhummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyâni wa min jamî’is sayyiâti wal ‘ishyâni wahrishu bihadlânatika wa kafâlatika al-mahmûdati wa bidawâmi ‘inâyatika wa ri’âyatika an-nafîdzati nuqaddimu bihâ ‘alal qiyâmi bimâ kalaftanâ min huqûqi rububiyyâtika al-karîmati nadabtanâ ilaihi fîmâ bainanâ wa baina khalqika min makârimil akhlâqi wa athyabu mâ fadldlaltanâ minal arzâqi. Allâhummaj’alnâ wa iyyâhum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur`âni wa lâ taj’alnâ wa iyyâhum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami wath thughyâni.
Artinya: “Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia, *ummi shibyan* (gangguan makhluk halus pada bayi), serta segala kejahatan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, serta perawatan dan perlindungan-Mu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Engkau bebankan padaku dari hak-hak ketuhanan-Mu yang mulia. Hiasi dia dengan akhlak mulia dan anugerah rezeki terbaik. Ya Allah, jadikanlah kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan Engkau jadikan kami dan mereka sebagai ahli keburukan, aniaya, dan tercela.”
Cara Pelaksanaan Aqiqah Sesuai Syariat
Berdasarkan panduan Abu Nur Ahmad al-Khafi Anwar bin Shabri Shaleh Anwar dalam buku Aqiqah Tata Cara & Doanya, terdapat urutan dan aturan pelaksanaan aqiqah yang patut diperhatikan orang tua:
1. Niat
Pelaksanaan aqiqah diawali dengan niat yang tulus semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
2. Jumlah Hewan Aqiqah
Anak Laki-Laki: 2 ekor kambing/domba yang sepadan.
Anak Perempuan: 1 ekor kambing/domba.
3. Penyembelihan Hewan
Disembelih oleh juru sembelih yang memahami tata cara syariat. Sang ayah disunnahkan untuk menyembelih sendiri jika memiliki kemampuan.
4. Doa Menyembelih Aqiqah
Dari Al-Baihaqi dan selainnya,
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم: عق عن الحسن والحسين شاتين يوم السابع وأمر أن يماط عن رأسه الأذى وقال اذبحوا على اسمه وقولوا بسم الله والله أكبر اللهم لك وإليك هذه عقيقة فلان
Artinya: Bahwa Rasulullah SAW mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dengan dua ekor kambing pada hari ketujuh, dan diperintahkan agar rambut kepalanya dicukur. Lalu beliau berkata, sembelihlah atas namanya, ucapkanlah, “Bismillah wallahu akbar. Allahumma laka wa ilaik. Hadzihi aqiqah fulan.” (Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini milik-Mu dan untuk-Mu. Ini adalah aqiqah untuk si fulan.”
5. Mencukur Rambut Bayi
Dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Rambut yang dicukur lalu ditimbang untuk kemudian disedekahkan dalam bentuk perak atau emas senilai berat rambut tersebut.
6. Memberikan Anak Nama Terbaik
Memilih nama yang mengandung doa dan arti baik bagi anak. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa nama tersebut akan menjadi panggilan kelak di hari kiamat.
“Sesungguhnya pada hari kiamat kalian akan dipanggil dengan nama kalian dan nama bapak kalian, maka perbaguslah nama kalian.” (HR. Abu Dawud)
7. Membagikan Daging Aqiqah
Daging aqiqah dapat dibagikan kepada kerabat dan fakir miskin, baik dalam kondisi masih mentah maupun sudah dimasak matang.
Wallahu a’lam.
(hnh/inf/detik)
















